Hari itu, 15 Maret 2024, adalah hari yang mengubah cara pandang saya tentang kehidupan selamanya.
Kami duduk di ruang tunggu psikolog anak. Ibra bermain di lantai, berputar-putar sendirian. Saat itu, saya belum tahu bahwa kebiasaan berputar itu punya nama ilmiah: self-stimulatory behavior.
Dokter menyebutkan kata itu: "Autism Spectrum Disorder."
Saya ingat bagaimana dunia terasa berhenti sejenak. Ami menangis di samping saya. Tapi saya tidak bisa menangis. Saya hanya menatap Ibra yang masih bermain, tidak tahu bahwa hidupnya baru saja didefinisikan oleh sebuah kata.
Malam itu, setelah Ibra tidur, saya membuka Al-Quran. Entah bagaimana, saya langsung tertuju pada QS. Al-Baqarah ayat 286:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
Saat itu saya tahu — ini bukan hukuman. Ini amanah. Dan saya akan menjaga amanah ini sebaik-baiknya.
Ibra, Aya berjanji: Aya akan selalu di sampingmu. Apapun yang terjadi.