AnakSurga
Kisah Ibra

Silsi & Aqso

"Tumbuh Bersama Kakak"

Cerita dua adik Ibra tentang bermain bersama, belajar berbagi, dan tumbuh dalam keluarga yang penuh kasih.

Bermain Bersama Kak Ibra

Silsi selalu mencari cara kreatif untuk bermain bersama Kak Ibra. Dia tahu Kak Ibra suka puzzle, jadi Silsi sering duduk di sampingnya dan ikut menyusun puzzle bersama. Meski Kak Ibra jarang merespons secara verbal, Silsi bisa merasakan kebahagiaan dari senyuman kecil Kak Ibra.

Cinta tidak selalu butuh kata-kata. Kadang, kehadiran sudah cukup.

Aqso si Pelindung Kecil

Aqso, meski paling kecil, selalu protektif terhadap Kak Ibra. Di taman bermain, ketika anak lain memandangi Kak Ibra dengan heran, Aqso langsung menggandeng tangan kakaknya. "Ini Kak Ibra. Dia baik banget," kata Aqso dengan bangga.

Anak-anak mengajarkan kita tentang acceptance yang murni.

Belajar Berbagi

Ami sering menjelaskan kepada Silsi dan Aqso mengapa Kak Ibra kadang berteriak atau menangis tiba-tiba. "Kak Ibra punya cara sendiri untuk mengekspresikan perasaannya," kata Ami. Silsi dan Aqso belajar untuk tidak takut, tapi mendekati Kak Ibra dan memegang tangannya.

Empati dipelajari bukan dari buku, tapi dari pengalaman langsung.

Kegiatan Keluarga

Setiap Jumat sore, keluarga kami punya tradisi. Kami gelar tikar di halaman, makan bersama, dan bermain. Ibra biasanya bermain sendiri di dekat kami, tapi kadang-kadang — dan ini momen yang paling berharga — dia menghampiri dan duduk di antara adik-adiknya.

Keluarga adalah terapi terbaik yang tidak bisa diberikan oleh terapis manapun.